tidak ada hari libur untukku, entah berapa waktu yang kubuang di jalanan demi mencari rupiah, demi membayar hutang kepada ibu karena merawatku dari lahir.
aku bekerja melewati beberapa kabupaten mengantarkan penumpang untuk bertemu keluarga atau merantau mencari kerja. kantorku berada di terminal. sangat sibuk di sana seperti pertama kali ibu mengantarku di hari pertama sekolah, sebelum aku memutuskan berhenti untuk membantu ibu bekerja.
senyum ibu adalah upah yang mahal untukku, tak cukup ban depan baru kendaraan ini menggantikannya. aku tau gajihku tak akan cukup dan memang tak akan pernah cukup untuk membayar hutang ke ibu.
karena itu, hari ini adalah pengecualian. aku ingin berlibur agar dapat menghabiskan minggu bersama ibu. dan sial, ban belakang bus ini mulai bocor.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar