Jumat, 16 Mei 2014

ragu

kini, setelah matahari terbenam
kamu mulai mencintai malam.

kini, setelah kamu mencintai malam
kamu mulai merindukan matahari yang dulu.

kamu mencintai malam karena kamu tau
malam tak pernah membakar, seperti halnya matahari lakukan.

tapi kamu juga mulai merindukan hangatnya matahari.

karena kamu tau, kamu tak bisa selamanya hidup dalam dinginnya malam.

mencintai bulan

mengapa kau mencintai bulan?
tak pernahkah kau tau, matahari tak pernah sembuh ketika membakar dirinya sendiri.

mengapa kau mencintai bulan?
tak pernahkah kau tau, matahari rela menghirup angin sisa malam hanya untuk membangunkanmu agar tak telat bersinar saat fajar.

jadi, mengapa kau mencintai bulan?

bertanya kepada jawaban



kepadanya, aku bukanlah orang lain
melainkan diriku sebagai aku yang mencintai keheningan.

kepadanya, aku adalah aku
yang bodoh, membuat kegaduhan antara logika dan perasaan.

kepadanya, aku selalu bertanya-tanya
tentang khayalan dan kenyataan.

kepadanya, aku kembali bertanya
tentang arti hidup yang tak sesuai harapan.

kepadanya, aku mulai berharap
bahwa, adakah cinta ada dalam dirinya?

kepadanya, aku mencari jawaban
mencintainya adalah jawaban.