Rabu, 14 Oktober 2015

mengulur tepat waktu

orang-orang berlomba mengulur waktu
mereka bertingkah seolah memiliki banyak waktu untuk dihabiskan
kenyataannya, mereka menghabiskan seluruh waktunya hanya untuk menunggu

di tempat kami, tepat waktu sangatlah aneh
mereka berlomba mengulur waktu
bahkan jika kau datang terlalu cepat di tempat tujuan, kau akan kesepian
kalaupun tepat waktu, kau harus menunggu
karena orang yang membuat janji sedang mengulur waktu

mereka mengulur waktu bukan tanpa alasan
para pengulur waktu dulunya adalah orang yang tepat waktu
mereka menjadi pengulur waktu karena terlalu sering menunggu

mereka menunggu dan menunggu, sampai kesepian menjadi teman yang datang tepat waktu
para penunggupun belajar mengulur waktu hingga terbiasa, kemudian mereka bertingkah seolah memiliki banyak waktu untuk dihabiskan

malam ini kami ingin bertemu, aku datang tepat waktu. aku menunggu, dia sibuk mengulur waktu.

Kamis, 08 Oktober 2015

membenci segalanya

dunia ini penuh dengan pertanyaan-pertanyaan
dari yang ringan sampai yang tidak masuk akal
diawali dengan pertanyaan ingin makan siang di mana
berakhir dengan mempertanyaan sebuah kepastian

dunia ini penuh dengan penilaian-penilaian
mata mereka akan selalu menilai apa yang mereka lihat, sekalipun kau sembunyikan
dunia yang munafik ini berpura-pura tak melihat
dan jika terdesak, sesekali menjilat

dunia adalah taman bermain luas yang tak berujung jika kau melihatnya dari mata seorang anak
dan manusia dewasa adalah tempat menyimpan kebencian, mereka membenci orang lain bahagia, sekalipun anak-anak

dunia adalah apa yang kita pikirkan, dia akan menjadi buruk jika kau berpikir demikian
dan akan baik jika kau tidak memikirkannya

orang-orang akan selalu membenci, bahkan kepada pemuda yang sedang jatuh cinta.

Senin, 10 Agustus 2015

hari pertama belajar

bibit kecil tumbuh menjadi tunas,
mencari ilmu untuk memahami seisi hutan.

seorang bijak membual guru terbaik adalah pengalaman.
dunia dan seisinya tak lebih hanya lapangan bermain sekaligus laboratorium penelitian.

ranting bercabang tanda ilmu didapat
kuatkan akar agar teguh merambat.
pohon tua tumbang dirayu angin barat
termakan janji tentang lahan yang terawat.

pohon kecil riang gembira menyambut pagi
tanpa peduli apa yang akan terjadi.

pagi ini hari pertama anakku sekolah,
maafkan ibu nak, tak mampu belikan seragam yang berkerah.

Sabtu, 08 Agustus 2015

berlibur di hari kerja

tidak ada hari libur untukku, entah berapa waktu yang kubuang di jalanan demi mencari rupiah, demi membayar hutang kepada ibu karena merawatku dari lahir.

aku bekerja melewati beberapa kabupaten mengantarkan penumpang untuk bertemu keluarga atau merantau mencari kerja. kantorku berada di terminal. sangat sibuk di sana seperti pertama kali ibu mengantarku di hari pertama sekolah, sebelum aku memutuskan berhenti untuk membantu ibu bekerja.

senyum ibu adalah upah yang mahal untukku, tak cukup ban depan baru kendaraan ini menggantikannya. aku tau gajihku tak akan cukup dan memang tak akan pernah cukup untuk membayar hutang ke ibu.

karena itu, hari ini adalah pengecualian. aku ingin berlibur agar dapat menghabiskan minggu bersama ibu. dan sial, ban belakang bus ini mulai bocor.

cemburu

Tuhan, aku cemburu
dan sekarang aku sedang merasakan lagi nikmatmu yang umatmu bilang jatuh cinta.

ada seorang wanita, baik, dan lembut hatinya
ia pendiam namun banyak bicara. aku sering membicarakan tentangmu dengannya. maaf.

darinya aku banyak belajar bagaimana caranya bersyukur, bahwa mengeluh tentang hidup amatlah memalukan.

Tuhan, wanita yang kubicarakan sedang jatuh cinta, jatuh cinta padamu, setiap hari. bahkan sebelum kami bertemu.

bagaimana aku tidak jatuh cinta, dengan wanita yang mengingatmu lima waktu?

Tuhan, maaf jika aku daritadi berbisik. sekarang ia sedang berbicara denganmu, di sepertiga malam ini. aku tidak ingin mengganggu.

dan tolong Tuhan, jangan beritahu dia aku pencemburu.

Jumat, 07 Agustus 2015

tanggal 7 agustus

tak ada yang istimewa dari tanggal ini
aku hanya iseng menuliskannya.

namun, bagi orang di belahan bumi lain
atau mungkin saja kamu, tanggal ini sangat berarti.

tujuh agustus kekasihmu ulang tahun
dan kamu sibuk berkerja
harga tiket mahal
uangmu habis melunasi hutang
tak cukup beli kado atau sekedar traktir mi ayam.

hari ini kamu mengingkari janji lagi
untuk merayakan kelahirannya di kota ia dibesarkan
kehadiranmu adalah kado yang kekasihmu minta tahun lalu.

sepuluh hari lagi hari kemerdekaan, dan kamu masih berjuang.

Kamis, 06 Agustus 2015

pria sejati

setiap hari selalu ada yang mati, entah itu orang, entah itu tetanggamu, entah itu keluargamu, entah orang yang paling kau cintai. entah..

hari ini aku mati sebagai pria sejati, setidaknya itu yang ku yakini. aku mati setelah ditolak wanita yang kucintai berkali-kali.

aku, pria sejati yang mencintaimu, mati setiap hari.

selamanya

pernah kita ingin menjadi waktu yang selamanya.

sampai pada hari ini,

kebahagiaan kita di masa lalu adalah satu-satunya yang abadi.

Selasa, 04 Agustus 2015

menunggu giliran

biarlah menjadi yang bukan diutamakan itu lucu, aku tidak membantah menjadi pilihan tidak mengancam.
ketika kau mencoba mengingat-ingat namaku. seseorang di genggamanmu akan berusaha membuatmu melupakan kita. tak mengapa.
kelak kamu akan mengerti ketika kata-kataku kau ingat kembali, kepada sepasang hati yang keliru kau beri. dan kamu cepat-cepat menarik hati, berpikir itulah hidup yang ingin kau jalani.
jika kata-kataku tak membuatmu yakin, izinkan aku mengingatkan kembali ketika kau ketakutan, aku orang yang memelukmu erat. dan apa yang ia lakukan sibuk membiarkanmu sendirian.
mungkin kepergianmu adalah yang terbaik. agar, jika kamu tersesat. kamu merindukan aku, tempatmu berlindung. itulah mengapa saat kau sendiri, kesepian tak pernah menghampiri. melainkan kesedihan.
percayalah, kebahagiaan akan selalu sabar menunggu gilirannya. sekarang, bersenang-senanglah dengan kesedihan.

Senin, 03 Agustus 2015

menjadi waktu

bertahun-tahun kau kumpulkan nyali, agar dapat jauh melangkah lagi. mereka bilang, satu-satunya cara melawan ketakutan adalah dengan menghadapinya. kau tak mengiyakan, namun kau juga tak membantah sepenuhnya.
bertahun-tahun kau kumpulkan lagi, kenangan demi kenangan yang dulu kau kira dapat mengobati. kehilangannya pukulan terberat bagimu. dan apa yang kau yakini adalah salah.
kini langkahmu tak lagi sama, ragu-ragu dan penuh kehampaan. badanmu tak lagi tegap seperti dulu saat berjalan bersamanya. tubuhmu tak lagi waspada untuk melindungi seseorang yang begitu kau cintai, yang hadirnya teramat berarti.
karena ketakutanmu bukan dirinya, melainkan kenangan yang kau tau tak akan terulang lagi. terbesit di kepalamu ingin menjadi waktu, agar dapat mengulang menit yang kau lewatkan, setiap momen yang kau lewatkan.
namun kau harus tahu, waktu adalah pembunuh bagi detik-detik yang tak kenal ampun.

Minggu, 02 Agustus 2015

sajak atau puisi yang entah apa namanya untuk sesorang yang tak lelahnya bercerita

mata ini pecinta yang buruk, kau tau? ia selalu menyukai hal-hal indah. namun hati ini selalu setia menyimpan satu nama. namamu.

namamu itu, membuat hari-hariku menjadi buruk. tapi akan semakin buruk jika tidak ada namamu di dalamnya.

perihal mengingat hal-hal baik tentang dirimu, aku orangnya. jika ada seseorang mengatakan hal buruk tentangmu, jangan hiraukan. dengarkan aku.

di sampingmu, pria sepecundang akupun bisa menjadi terhormat.

aku berani bertaruh, tawamu itu bisa membuat pria mana saja jatuh cinta. itulah mengapa hari-harimu diisi dengan orang-orang yang jenaka. kemudian aku berpikir. jika kamu bersamaku, apakah kamu akan sebahagia ini, seperti sekarang. bersamanya?

kamu wanita yang baik. semua orang tau itu. mencoba membuatmu jatuh cinta kepadaku berarti memaksakanmu mengalami kemunduran.

jika di waktu lenggang kalian sedang berbincang, ceritakan hal baik tentang diriku, agar sewaktu-waktu bila ia tak lagi menghargaimu. posisinya di hatimu tak lagi aman.

di akhir sajak atau puisi ini, entah apapun namanya, yang seharusnya menyimpan kalimat pamungkas seperti yang dilakukan penyair kesukaanmu, aku tak tau cara mengakhirinya, yang jelas jika kau perlu bicara, aku akan selalu ada.