aku berbaring di atas lantai, memandang langit-langit kamar yang tidak biru
aku berharap hujan tidak turun, karena kamar ini terlalu kecil untuk menampung air matamu
namun ujung matamu berair, seperti kubangan air di jalan menuju rumahku
aku tidak mau menduga mengapa kamu menangis, hal itu membuatku takut
keesokan harinya kamu pergi entah kemana, dan diam mu kata-kata perpisahan yang tidak ku mengerti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar