kepadanya,
aku bukanlah orang lain
melainkan
diriku sebagai aku yang mencintai keheningan.
kepadanya,
aku adalah aku
yang
bodoh, membuat kegaduhan antara logika dan perasaan.
kepadanya,
aku selalu bertanya-tanya
tentang
khayalan dan kenyataan.
kepadanya,
aku kembali bertanya
tentang
arti hidup yang tak sesuai harapan.
kepadanya,
aku mulai berharap
bahwa,
adakah cinta ada dalam dirinya?
kepadanya,
aku mencari jawaban
mencintainya
adalah jawaban.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar